Rupa hamparan salju bermula jauh sebelum kepingan menyentuh tanah. Di awan, kristal berkembang dalam kondisi yang dipengaruhi suhu dan kadar air; setelah menumpuk, salju masih dapat berubah bentuk melalui beberapa proses [1].

Bagaimana kepingan salju terbentuk?

Uap air di udara atas mendingin dan membeku menjadi kristal. Kepingan salju berinti di sekitar partikel di atmosfer: tetesan air yang sangat dingin tertarik ke inti itu, lalu membeku membentuk kristal heksagonal [1].

Pertumbuhan kristal salju di awan melibatkan berbagai variabel, termasuk kadar air dan suhu. Bentuknya pun beragam: trombosit, jarum, kolom, rime, serta kombinasi dari bentuk-bentuk dasar tersebut [1]. Jadi, kepingan salju bukan potongan seragam dari satu cetakan; rupa yang terbentuk berkaitan dengan kondisi udara saat kristal berkembang.

Dari kristal bening ke hamparan putih

Kristal salju pada dasarnya bening. Hamparannya tampak putih karena memantulkan cahaya matahari [1]. Perbedaan antara sifat kristal dan tampilan hamparan ini membantu menjelaskan mengapa salju yang terkumpul terlihat sebagai bidang putih, meski tiap kepingannya terbentuk sebagai kristal.

Salju yang menumpuk juga tidak selalu tetap seperti saat pertama jatuh. Seiring waktu, akumulasi salju dapat bermetamorfosis melalui penyinteran, sublimasi, dan pembekuan-pencairan [1]. Dalam sublimasi, salju atau es berubah langsung menjadi uap air tanpa mencair terlebih dahulu [1]. Akumulasi salju juga mungkin terbawa arus [1].

Kondisi udara dan perubahan lanskap

Salju berkembang di awan sebagai bagian dari sistem cuaca yang lebih besar. Badai salju terbentuk dan berkembang dengan kelembapan atmosfer serta udara dingin; sementara itu, kadar air dan suhu ikut berperan dalam pertumbuhan kristal [1]. Dengan demikian, rupa hamparan mencerminkan dua tahap yang berbeda: pembentukan kepingan di udara dan perubahan yang berlangsung setelah salju terkumpul.

Perbedaan kondisi iklim turut memengaruhi berapa lama akumulasi itu bertahan. Jika cukup dingin untuk menumpuk dari tahun ke tahun, salju dapat membentuk gletser. Jika tidak, salju biasanya mencair secara musiman, menjadi limpasan ke aliran sungai, dan mengisi kembali air tanah [1].

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Salju. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30061768&title=Salju (diakses 2026-10-18).